Latest

Thursday, July 05, 2012

Menuju Qolbun Salim (Hati Yang Bersih)



Qolbun salim berasal dari dua kata bahasa Arab, yaitu qolbun (hati) dan salim (bersih, suci dan lurus). Jika kedua kata ini digabungkan, maka akan membentuk arti ‘hati yang lurus, bersih, suci dan ikhlas dalam segala gerak, fikiran, perasaan, perbuatan dan lain sebagainya hanya kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah menyebut istilah qolbun salim sebanyak dua kali. Dan keduanya menggambarkan tentang hatinya nabi Ibrahim as. :

1. Dalam QS. 26 : 87 – 89
وَلاَ تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ * يَوْمَ لاَ يَنْفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُونَ* إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ*
“Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
2. Dalam QS. 37 : 83 – 85
وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لإِبْرَاهِيمَ* إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ* إِذْ قَالَ لأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ*
“Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh). (Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah itu?”


Jika kita renungkan, sebenarnya Allah SWT menginginkan agar seluruh hamba-hamba-Nya dapat memiliki hati yang bersih, yang dapat mengantarkan mereka pada surga Allah SWT, sekligus untuk menyempurnakan segala kenikmatan yang diberikan kepada seluruh hamba-hamba-Nya. Dan untuk menyucikan hati manusia, Allah menurunkan Al-Qur’an (agama Islam), guna dijadikan pedoman hidup manusia: (QS. 5 : 6)
مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ*
“Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”


Namun untuk memiliki hati yang bersih, kita terlebih dahulu harus mengetahui seluk beluk hati manusia, sifat-sifatnya dan juga godaan-godaan yang dapat menghanyutkannya. Hati ini merupakan sentral jiwa manusia, yang apabila hatinya baik, maka insya Allah akan baik pula seluruh tubuhnya, dan jika hatinya buruk, maka akan buruk pula seluruh tubuhnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Nu’man ra, Rasulullah SAW bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
“…ketahuilah bahawa dalam jasad itu terdapat segumpal darah, yang apabila ia baik maka baik pula seluruh jasadnya. Dan apabila ia rosak, maka rosak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahawa segumpal darah tersebut adalah hati. (HR. Bukhari Muslim)


Dari hadits di atas kita dapat memetik satu kesimpulan, yaitu bahwa hati ternyata laksana nahkoda sebuah bahtera. Dimana arah tujuan dari bahtera tersebut sangat ditentukan oleh sang nahkoda. Jika nahkodanya memiliki niatan dan tujuan yang baik, insya Allah akan membawa bahtera tersebut ke arah yang baik. Sebaliknya, jika ia memiliki tujuan yang jahat, maka secara otomatis kapal tersebut sedang berjalan ke arah yang negatif. Oleh karena itulah sangat penting bagi kita memiliki hati yang bersih guna menjadikan kehidupan kita benar-benar sedang melaju ke arah yang baik, yaitu keridhaan Allah SWT.


Imam al-Ghazali mengungkapkan, “bahwa hati merupakan sesuatu yang paling berharga dalam diri manusia. Karena dengan hatilah, seseorang mampu mengenal Allah, beramal untuk mengharapkan ridha-Nya dan juga guna mendekatkan diri kepada-Nya. Sedangkan jasad pada hakekatnya hanyalah menjadi pelayan dan pengikut hati, sebagaimana seorang pelayan terhadap tuannya.”


Oleh kerena itulah terdapat sebuah ungkapan, bahwa siapa yang mengenal hatinya maka ia akan mengenal Rabbnya. Namun disayangkan, karena betapa banyaknya manusia yang tidak mengenal hatinya sendiri. Lalu Allah menjadikannya seolah dirinya terpisah dari hatinya. Pemisahan ini dapat berbentuk penghalang untuk mengenal dan bermuroqobatullah (selalu dalam pengawasan Allah). Dan atas dasar hal inilah, banyak ulama yang menjadikan ma’rifatul qolb sebagai dasar dan pedoman bagi orang-orang saleh yang ingin lebih mendekatkan dirinya kepada Allah.


Namun ternyata banyak rintangan untuk mendekatkan hati kepada Sang Pencipta. Karena godaan syaitan sangat luar biasa terhadap diri manusia. Imam Al-Ghazali menggambarkannya dengan sebuah benteng yang dikepung oleh musuh yang berambisi memasuki dan menguasainya. Benteng tersebut sudah barang tentu harus dijaga pintu-pintunya, guna menghindari desakan musuh yang bergerak menyerbunya. Namun orang yang tidak mengetahui pintu-pintunya sudah barang tentu tidak dapat menjaganya. Maka demikian juga halnya dengan hati. Seseorang tidak mungkin dapat menjaganya bahkan juga mengusir syaitan yang menyerangnya melainkan dengan mengetahui pintu-pintu yang terdapat dalam hatinya tersebut. Pintu-pintu yang dapat dimasuki syaitan diantaranya adalah:
  • Iri hati
  • Dengki
  • Ambisi
  • Emosi
  • Hawa nafsu (kemaksiatan)
  • Kemegahan (bermewah-mewah)
  • Cinta (lawan jenis)
  • Kesombongan
  • Ketergesaan, dsb.


Dalam perumpamaan lain, syaitan itu digambarkan seperti seekor anjing lapar yang mendekati seorang insan. Jika ia tidak memegang suatu makanan seperti daging atau roti, maka akan dengan mudah mengusir anjing ini. Namun jika dalam genggaman tangannya terdapat daging, roti dan makanan lainnya, maka akan lebih sulit mengusir anjing tersebut. Perlu adanya kekuatan ekstra guna mengusirnya, dengan kekuatan tangan, kaki atau kayu dan tongkat, barulah ia dapat mengusir anjing itu. Demikian pula dengan hati yang dikuasai hawa nafsu serta jauh dari dzikrullah. Sudah barang tentu ia menjadi mangsa para syaitan yang kelaparan. Dan untuk mengusirnya juga diperlukan tenaga ekstra, berbeda dengan hati yang hampa dari nafsu…
Inilah sensitifas hati seorang insan, yang ternyata sangat rentan akan godaan. Oleh karenanya tidak heran, jika Rasulullah SAW sering mengungkapkan doa yang cukup masyhur;
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ، وَيَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Wahai Pembolak balik hati, tetapkanlah hati kami dalam agama-Mu. Wahai Pemutar balik hati, tetapkanlah hati kami untuk taat kepada-Mu.”


Beliau yang telah di jamin dapat menapakkan kakinya dalam surga, masih dengan khusyu’nya memanjatkan irama doa yang indah. Maka sebagai umat dan pengikutnya, memanjatkan doa guna kelurusan hati merupakan hal yang seyogyanya mendapatkan prioritas. Marilah sejenak kita meninggalkan berbagai keegoisan hati dalam diri kita, baik politik, golongan, jabatan, kekayaan dan sebagainya. Guna memasrahkan jiwa dan raga yang ternyata sangat kecil dan tiada memiliki daya apapun juga di hadapan Yang Maha Perkasa. Paling tidak dalam bulan suci ramadhan ini, agar rajut-rajut ukhuwah yang sempat terkoyak dapat tersulami kembali. Kemudian apapun yang muncul dari hati kita dapat kita ukur dengan pembagian para ulama terhadap hati manusia:
  1. Pertama, hati yang dihiasi dengan nilai ketaqwaan, dzikir, pembersihan jiwa dan muraqabatullah (sikap hati yang selalu merasa berada dalam pengawasan Allah). Hati seperti ini, insya Allah dapat menangkal segala sifat tidak terpuji. Hati seperti ini sering juga disebut dengan hati yang bersih (Qolbun Salim).
  2. Kedua, hati yang berlumurah hawa nafsu, terselimuti sifat-sifat tercela. Hati seperti inilah yang kerap kali menjadi mangsa syaitan untuk mengobrak abrik sedikit saja sinar terang yang terdapat di dalamnya. Hati akan lambat laun akan menjadi kelam, seperti malam yang tidak berbulan.
  3. Ketiga, hati yang memiliki potensi mengikuti hawa nafsu, namun juga masih terdapat jeritan keimanan untuk berbuat kebaikan. Ia berada diantara kebaikan dan keburukan, walaupun pada akhirnya ia harus menentukan pilihan; hitam atau putih.
Sebagai hamba Allah, hendaknya kita memohon dan memasrahkan hati kita kepada Allah, agar hati ini terhindar dari goresan-goresan kemunafikan menuju keikhlasan-Nya yang abadi. Wahai manusia, wahai diri kita, wahai para pemimpin-pemimpin bangsa, marilah kita kembali mengenali hati kita beserta sensitifitasnya, agar kita dapat memiliki hati yang suci (Qolbun salim), sebagai mana nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim serta para nabi-nabi lainnya. … Amin.


Wallahu A’lam bis Shawab.
By. Rikza Maulan, Lc., M.Ag.


---
Consultant-Speaker-Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : www.alfalahconsulting.com
Islamic Investment Malaysia: www.islamic-invest-malaysia.com
Pelaburan Unit Amanah Islam: www.unit-amanah-islam.com

Sunday, July 01, 2012

Group photo while studying at NIU, USA (around 1984/1985)



This picture was taken about 28 years ago at Northern Illinois University, DeKalb, Illinois, USA.

It's me sitting in first row (third from left), in light blue Malay dress (baju Melayu). I can recognize almost everyone in the photo, the Malaysian and Arab brothers...now they are professors, director general, ceo, engineers, consultants, MP (ex), entrepreneurs and other important posts in Malaysia and overseas. I think this photo was taken in 1984 or 1985 during Eid. Some students had to sit for exam or attend class on that day, because Eid was not a holiday in USA.


--- 
Consultant/Trainer/CEO : www.ahmad-sanusi-husain.com  
Alfalah Consulting KL : www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment M'sia : www.islamic-invest-malaysia.com

Thursday, June 28, 2012

Collection of Hadith: Ramadan



Narrated by Abu Said: I heard the Prophet (peace be upon him) saying, "Indeed, anyone who fasts for one day for Allah's pleasure, Allah will keep his face away from the (Hell) fire for (a distance covered by a journey of) seventy years." [Bukhari Hadith 93 Volume 4, Book 52]

Abu Huraira related that the Prophet said: Allah the Majestic and Exalted said: "Every deed of man will receive ten to 700 times reward, except Siyam (fasting), for it is for Me and I shall reward it (as I like). There are two occasions of joy for one who fasts: one when he breaks the fast and the other when he will meet his Lord" (Muslim).

Narrated by Abu Said: I heard the Prophet (peace be upon him) saying, "Indeed, anyone who fasts for one day for Allah's pleasure, Allah will keep his face away from the (Hell) fire for (a distance covered by a journey of) seventy years." [Bukhari Hadith 93 Volume 4, Book 52]


Abu Hurayrah r.a. narrated that Prophet Muhammad s.a.w said: "Ramadan, a blessed month, has come to you during which Allah has made it obligatory for you to fast. In it the gates of Heaven are opened, the gates of al-Jahim are locked, and the rebellious devils are chained. In it Allah has a night which is better than a thousand months. He who is deprived of its good has indeed suffered deprivation." (Hadith - Al-Tirmidhi)


“There is a gate in Paradise called Ar-Raiyan, and those who observe fasts will enter through it on the Day of Resurrection"[Sahih Bukhari]


Prophet Muhammad (s.a.w) said: “Fasting is a shield; it will protect you from the hellfire and prevent you from sins.” (Sahih Bukhari Vol. 3)

Abu Huraira related that Rasulullah said: If anyone omits his fast even for one day in Ramadan without a concession or without being ill, then if he were to fast for the rest of his life he could not make up for it (Bukhari)

Whoever observes the Ramadan fast and follows it with six days of fast in Shawwal, it is as if he has fasted Dahr (the whole year)." [Bukhari]


Abu Umaamah R.A.A. said: 
I said: 'O Messenger of Allah (saw), tell me of an action by which I may enter Paradise'. He said: 'Take to Fasting, there is nothing like it.' - [Imam Nasai’, Ibn Hibbaan, Al-Haakim, Saheeh]


When to start fasting:
Ibn Umar related that the Prophet s.a.w said: "Do not start fasting unless you see the new moon, and do not end fasting until you see it. If the weather is cloudy then calculate when it should appear." (Bukhari, Muslim)



The Suhoor meal (which is eaten before dawn):

"Sahur is full of blessings, so do not miss it even if you drink just a sip of water." [Musnad Imam Ahmad, Vol. 4, Page 88, Hadith 11396]

Anas related that Rasulullah s.a.w said: Take the Suhoor meal, for there is blessing in it (Bukhari, Muslim)

Eat Sahur to gain strength for fast & take rest in afternoon to gain strength for worshiping at night. [Ibn Majah, V2, P321, Hadith 1693]

Breaking your fast:
Salman ibn Amir Dhabi r.a related that the Prophet s.a.w said: Break your fast with dates, or else with water, for it is pure (Abu Dawud, Tirmidhi)

Fasting during a journey:
Aisha r.a related that Rasulullah s.a.w was asked whether one should fast when on a journey, and he replied: Fast if you like, or postpone it if you like (Bukhari, Muslim)

Behaviour while fasting:
Abu Hurairah r.a related that the Prophet s.a.w said: "If a person does not avoid false talk and false conduct during Siyam (fasting), then Allah does not care if he abstains from food and drink." (Bukhari, Muslim)


Forgetfully eating or drinking while fasting:
Abu Hurairah r.a related that Rasulullah s.a.w said: If anyone forgets that he is fasting and eats or drinks he should complete his Siyam, for it is Allah who has fed him and given him drink (Bukhari, Muslim)


Providing for those who are breaking the fast:
Zaid ibn Khalid Juhni r.a related that the Prophet s.a.w said: "He who provides for the breaking of the Siyam (fasting) of another person earns the same merit as the one who was observing Siyam (fasting) without diminishing in any way the reward of the latter." (Tirmidhi)


Lailat al-Qadr:
Aisha r.a related that the Prophet s.a.w said: "Look for Lailat al-Qadr on an odd-numbered night during the last ten nights of Ramadan." (Bukhari)

Zakat al-Fitr
Ibn ‘Abbaas said: “The Messenger of Allah (peace and blessings of Allaah be upon him) made zakat al-fitr obligatory as a means of purifying the fasting person from idle talk and foul language, and to feed the poor. Whoever pays it before the (Eid) prayer, it is an accepted zakat, and whoever pays it after the (Eid) prayer, it is just a kind of charity (sadaqah).” (Reported by Abu Dawood, 1371. Al-Nawawi said: Abu Dawood reported it from Ibn ‘Abbaas with a hasan isnaad).
---
Consultant-Speaker-Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : www.alfalahconsulting.com
Islamic Investment Malaysia: www.islamic-invest-malaysia.com

Koleksi Hadis: Ramadan





Dari Jabir RA bahwa Nabi SAW bersabda: ‘Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.’ (HR Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda :
 خمس يفطرن الصائم الكدب والغيبة والنميمة واليمين الكاذبة والنظر بشهوة 
“Lima hal yang merusak orang puasa, yaitu bohong, gosip, mengadu domba, sumpah palsu dan melihat dengan syahwat.”

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah RA katanya: Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah bercakap tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa."

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga.” (Riwayat Ibnu Majah)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi s.a.w. bersabda; “Sesiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan, akan diampunkan segala dosa-dosanya yang terdahulu.” (Bukhari & Muslim)

Dari Abu Hurairah ra katanya : "Rasulullah saw bersabda :"Apabila seseorang kamu berpuasa sejak pagi pada suatu hari, janganlah ia bercakap kotor dan jangan membuat kesalahan. Kalau ada orang yang memakinya atau hendak membunuhnya hendaklah dia mengucapkan "Sesungguhnya saya orang puasa sesungguhnya saya orang puasa" (Hadis sahih riwayat Muslim)

Daripada Sahal bin Said r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Orang yang menyegerakan berbuka puasa setelah masuk waktunya akan mendapat kebaikan yang berterusan”. (HR al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “Berapa ramai orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga.” (Riwayat Ibnu Majah)


Daripada Muaz bin Jabal r.a Nabi saw bersabda ” Tidakkah kamu mahu aku tunjukkan kepada kamu pintu kebaikan : Puasa adalah pelindung, sedekah memadam kesilapan seperti air memadam api, dan seorang insan solat pada penghujung malam. (Riwayat Tarmizi dan Ahmad)


Rasulullah SAW yang maksudnya : Apabila telah tiba Ramadan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan.(HR Imam Bukhari, Muslim, Nasai’e, Ahmad dan Baihaqi)


Ibn Umar r.a. berkata: Ada beberapa sahabat Nabi saw. telah diperlihatkan Lailatul Kadar dalam mimpi di malam dua puluh tujuh, maka Nabi saw. bersabda: Aku perhatikan impianmu bertepatan dalam malam dua puluh tujuh, maka siapa berusaha untuk mendapatkannya hendaknya berusaha mencarinya pada malam dua puluh tujuh Ramadhan. (Bukhari, Muslim)


Diriwayatkan daripada Zaid bin Khalid al-Juhaniy r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesiapa yang menjemput orang yang berpuasa untuk berbuka, dia akan mendapat pahala sebagaimana pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangkan sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut." (Hadis riwayat Imam Tirmizi)


"Puasa dan al-Quran akan memberi syafaat kepada seseorang hamba pada hari kiamat." (Hadis riwayat Imam Ahmad)


Sabda Rasulullah s.a.w: "Apabila telah tiba Ramadan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan." (HR Imam Bukhari, Muslim, Nasai’e, Ahmad dan Baihaqi)


Sabda Rasulullah s.a.w: "Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun." (HR Tirmidzi)


Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Tiga doa yang sangat mustajab iaitu doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir." (Riwayat Ahmad, Bukhari,Abu Daud &al-Tarmizi)

"Sesiapa berbuka satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada rukhshah (keringanan) dan tidak juga kerana sakit, dia tidak akan dapat melunas (mengganti) puasa yang ditinggalkannya itu, sekalipun dia berpuasa seumur hidup." (Hadis riwayat Tirmidzi, Abu Daud, Nasa'i, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah)

Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Sesiapa berpuasa pada Ramadan, kemudian diiringi dengan (puasa) enam hari Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh.” (Riwayat Muslim)

Ditanya kepada Rasulullah, "Adakah ia lailatur Qadar?" Baginda menjawab, "Tidak! Tetapi seorang pekerja yang diberikan ganjarannya apabila telah selesai kerjanya." (Riwayat Imam Ahmad)


Sabda Rasulullah s.a.w: "Sesungguhnya syaitan masuk ke dalam tubuh bani Adam melalui pembuluh darah.  Maka persempitlah pembuluh darahnya dengan lapar dan puasa." (HR Muslim)

Solat 5 waktu, dan solat Jumaat ke Jumaat berikutnya, dan bulan Ramadhan ke bulan Ramadhan yang berikutnya adalah menjadi penebus dosa yang terjadi di antara waktu-waktu tadi, selama orang itu menjauhi dosa-dosa besar. (Muslim)
Daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. telah bersabda, "Umatku telah diberikan dalam Ramadhan lima perkara yang belum bernah diberikan kepada mana-mana umat pun sebelum mereka."
1. Bau busuk mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi.
2. Ikan-ikan di laut akan beristigfar untuk mereka sehingga mereka berbuka.
3. Setiap hari Allah s.w.t. akan menghiaskan syurgaNya dan berkata, "Telah hampir masanya hamba-hambaKu yang soleh akan dilepaskan dari beban-beban dan mereka akan datang kepadamu."
4. Dirantaikan syaitan-syaitan yang jahat di dalam Ramadhan dan mereka tidak akan dapat berbuat sesuatu dalam Ramadhan ini apa yang biasa mereka lakukan pada bulan lain.
5. Mereka akan diampunkan pada malam terakhir Ramadhan. 
---
Consultant-Speaker-Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : www.alfalahconsulting.com
Islamic Investment Malaysia: www.islamic-invest-malaysia.com
Pelaburan Unit Amanah Islam: www.unit-amanah-islam.com

Sunday, June 10, 2012

Delivered a 1-Day Lecture on Islamic Finance at UiTM (MARA Institute of Technology) Perlis



Delivered a 1-Day Lecture on Islamic Finance at UiTM (MARA Institute of Technology) Perlis in the Royal Town of Arau on Friday, 8 June 2012.

Attended by about 60 students and lecturers. Talked about the latest issues and development, new product innovations in Islamic banking and wealth management, differences between Islamic and conventional finance, advantages and prospects of Islamic banking in Malaysia and globally.


--- 
Consultant/Trainer/CEO : www.ahmad-sanusi-husain.com  
Alfalah Consulting KL : www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment M'sia : www.islamic-invest-malaysia.com

Saturday, June 02, 2012

Words of wisdom: Knowledge

Science is organized knowledge. Wisdom is organized life.


"Knowledge is like a fruit. When a fruit grows on a branch of a tree, its weight causes that branch to bend and bow. Similarly, when knowledge increases in a person, it causes him to become humble and not Mutakabbir (proud and boastful)."





---
Consultant/Trainer/CEO : www.ahmad-sanusi-husain.com
Alfalah Consulting KL : www.alfalahconsulting.com
Islamic Investment M'sia : www.islamic-invest-malaysia.com

Tuesday, May 29, 2012

Principal trainer for Syariah Certification Program (Advanced) for staff of RHB Islamic Bank





Delivered lecture as the principal trainer in the Syariah Certification Program (Advanced Level) for staff of RHB Islamic Bank held on 28-29 May 2012 at RHB Training Centre in Bangi Selangor.


---
Consultant/Trainer/CEO : www.ahmad-sanusi-husain.com
Alfalah Consulting KL : www.alfalahconsulting.com
Islamic Investment M'sia : www.islamic-invest-malaysia.com

Wednesday, May 16, 2012

Gathering of ex-Bank Islam Malaysia staff in Kuala Lumpur on 15 May 2012


Gathering of ex-Bank Islam Malaysia staff at MCOBA Building in Kuala Lumpur on 15 May 2012 (luncheon). I'm standing behind the former 2nd Managing Director of BIMB, Dato' Ahmad Tajuddin Abdul Rahman (wearing songkok). Some are working in various senior capacities in Islamic banks and corporations, some are enjoying their retirement life. It was a great gathering and networking... silaturrahim. We are brothers and sisters in Islam, keeping in touch with each other.

--- 
Consultant/Trainer/CEO : www.ahmad-sanusi-husain.com  
Alfalah Consulting KL : www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment M'sia : www.islamic-invest-malaysia.com

Saturday, May 12, 2012

Malaysia-Islamic Development Bank (IDB) Investment Forum 2012 in Kuala Lumpur

 2012


At the Malaysia-IDB Investment Forum Gala Dinner on 10 May 2012 at JW Marriot, KL. With 2 good friends from Saudi Arabia, Brother Ibrahim (Dammam, KSA) and Brother Mohammad (Jeddah, KSA). Developed professional cooperation with them. Alhamdulillah.
---
Consultant/Trainer/CEO : www.ahmad-sanusi-husain.com
Alfalah Consulting KL : www.alfalahconsulting.com
Islamic Investment M'sia : www.islamic-invest-malaysia.com

Inna Lillahi wa inna ilaihi raji'un


Allah SWT berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 155 yang bermaksud: “Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Iaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” 


Ucapan inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un adalah ucapan istirja’ ketika ditimpa musibah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad daripada Ummu Salamah, beliau bercerita: “Pada suatu hari, selepas menemui Rasulullah SAW, Abu Salamah mendatangiku, lalu beliau menceritakan bahawa beliau telah mendengar ucapan Rasulullah SAW yang membuat aku merasa senang. 

Baginda bersabda: Tidak ada seorang daripada kaum muslimin yang ditimpa musibah, lalu ia mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun, lalu ia berdoa, Allahumma’ jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khairan minha (Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah pengganti yang lebih baik darinya), melainkan doanya itu dikabulkan.



---
Alfalah Consulting KL: www.alfalahconsulting.com
Islamic Investment: www.islamic-invest-malaysia.com
Unit Amanah Islam: www.unit-amanah-islam.blogspot.my

Please Join my facebook's fan page